1. Awal Perintisan dan Pengaruh Kyai Sadrach
Sejarah GKJ Bandar tidak lepas dari sosok *Kyai Sadrach*, seorang penginjil kontekstual yang berhasil mengintegrasikan iman Kristen dengan budaya Jawa. Melalui murid-muridnya seperti Yakub Tumpang, Kramawijaya, dan Mintajaya,
Injil mulai terdengar di wilayah karesidenan Pekalongan bagian selatan.
Cikal bakal GKJ Bandar bermula sekitar tahun 1870-an ketika sekelompok warga desa, dipimpin oleh *Cepuk Joyokusuma dan Idris Budu, melakukan perjalanan ke Karangjoso untuk "ngelmu" (mencari ilmu) kepada Kyai Sadrach. Sekembalinya ke Bandar, mereka membentuk persekutuan Kristen sederhana yang awalnya merupakan **gereja keluarga*.
Tempat ibadah pertama yang sangat sederhana (pagar bambu dan atap rumbia) didirikan di Dusun Proto pada tahun 1895.
2. Masa Zending hingga Menjadi Pepanthan
Setelah kematian Kyai Sadrach pada tahun 1924, kepemimpinan jemaat diwariskan kepada Yotham, yang kemudian menggabungkan jemaat-jemaat mandiri tersebut dengan badan misi (*Zending).
Jemaat Bandar masuk dalam wilayah kerja **Salatiga Zending* pada tahun 1933.
Pada tahun 1957, komunitas Kristen Bandar resmi menginduk sebagai *pepanthan (cabang)* dari GKJ Pekalongan karena alasan kekuatan daya dan dana.
Selama periode ini, lokasi ibadah berpindah beberapa kali hingga akhirnya menetap di Jalan Raya Sidomulyo pada tahun 1999.
3. Pendewasaan dan Pembiakan Gereja
Perjalanan menuju kemandirian penuh ditandai dengan dua tahap penting:
- • Tahun 1992 : Pepanthan Bandar dan Batang bergabung untuk didewasakan (menjadi gereja mandiri) dengan nama GKJ Mesias Bandar-Batang
- • Tahun 2016 : Karena kebutuhan peningkatan pelayanan dan perbedaan pandangan pasca-emeritasi pendeta, GKJ Mesias Bandar-Batang melakukan pembiakan menjadi dua gereja dewasa yang terpisah, yaitu GKJ Bandar dan GKJ Batang
4. Sejarah Klasis Pekalongan
Dokumen ini juga merinci pembentukan *Klasis Pekalongan* pada tahun 1997 sebagai hasil pembiakan dari Klasis Semarang Barat. Hal ini didorong oleh luasnya cakupan wilayah pelayanan dan bertambahnya jumlah gereja dewasa di wilayah barat.
Dokumen mencatat berbagai keputusan penting dalam sidang-sidang klasis, mulai dari urusan tata gereja, dana abadi, hingga pendampingan jemaat.
5. Kondisi GKJ Bandar Saat Ini
Hingga tahun 2024, GKJ Bandar memiliki sekitar *112 warga* dengan 32 Kepala Keluarga.
Gereja ini memiliki visi untuk menjadi gereja yang *damai sejahtera, bertumbuh, dan melayani dalam kasih Kristus.