1870-an — 1895
Awal Perintisan dan Pengaruh Kyai Sadrach
Sejarah GKJ Bandar tidak lepas dari sosok Kyai Sadrach, seorang penginjil kontekstual yang berhasil mengintegrasikan iman Kristen dengan budaya Jawa. Melalui murid-muridnya seperti Yakub Tumpang, Kramawijaya, dan Mintajaya, Injil mulai terdengar di wilayah karesidenan Pekalongan bagian selatan.
Cikal bakal GKJ Bandar bermula sekitar tahun 1870-an ketika sekelompok warga desa, dipimpin oleh Cepuk Joyokusuma dan Idris Budu, melakukan perjalanan ke Karangjoso untuk "ngelmu" (mencari ilmu) kepada Kyai Sadrach. Sekembalinya ke Bandar, mereka membentuk persekutuan Kristen sederhana yang awalnya merupakan gereja keluarga. Tempat ibadah pertama yang sangat sederhana (pagar bambu dan atap rumbia) didirikan di Dusun Proto pada tahun 1895.