Sejarah Singkat
GKJ Bandar berakar dari pelayanan Kyai Sadrach pada akhir abad ke-19, ketika beberapa warga Bandar—dipimpin Cepuk Joyokusuma dan Idris Budu—belajar “ngelmu” kepadanya dan kemudian membentuk persekutuan Kristen sederhana di Dusun Proto sekitar tahun 1870–1895.
Setelah masa Zending, jemaat Bandar menjadi pepanthan dari GKJ Pekalongan pada 1957 dan mengalami beberapa perpindahan tempat ibadah hingga akhirnya menetap di Jalan Raya Sidomulyo sejak 1999.
Perjalanan menuju kemandirian dimulai pada 1992 melalui pendewasaan bersama dengan pepanthan Batang menjadi GKJ Mesias Bandar-Batang. Pada tahun 2016, gereja ini kemudian berkembang menjadi dua gereja dewasa: GKJ Bandar dan GKJ Batang.
Kini GKJ Bandar memiliki sekitar 112 warga jemaat dan terus bertumbuh sebagai gereja yang menghidupi damai sejahtera serta melayani dalam kasih Kristus.